by

Sungai di Kabupaten Serang Kerap Meluap, Komisi I DPRD Minta BPBD Siaga 24 Jam

SERANG (OneBanten) — Dampak dari curah hujan tinggi yang terjadi pada Senin malam dihampir seluruh Kab/Kota di Provinsi Banten khususnya diwilayah Kab. Lebak (Hulu Cibeurang – Ciujung) dan diwilayah Kab. Serang (Hilir Cibeurang-Ciujung) yang mengakibatkan naiknya debit air sungai dan meluap kepemukiman sepanjang bantaran sungai serta daerah sodetan.

Berdasarkan rilis dari BPBD Kabupaten Serang, Rabu, 15 September 2021 pukul 17.00 WIB, ada 9 kecamatan yang terdampak luapan sungai. Daintaranya, Kecamatan Padarincang di Desa Batukuwung. Kecamatan Ciruas di Desa Ranjeng dan Desa Cigelam, Kecamatan Tunjungteja di Desa Bojongpandan.

Kecamatan Kibin di Desa Nagara dan Desa Cijeruk. Kecamatan Kragilan di Desa Dukuh. Kecamatan Cikeusal di Desa Gandayasa. Kecamatan Bandung di Desa Malabar. Kecamatan Pamarayan di Desa Sangian. Kecamatan Tirtayasa di Desa Tengkurak dan Desa Samparwadi.

Data Terdampak, 12 Desa, 473 Rumah, 618 KK, 1.848 Jiwa, 31 Lansia, 122 Anak-anak dan 1 Fasos.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Jajat mendorong agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) waspada akan ada luapan sungai susulan, mengingat intensitas hujan semakin tinggi akhir-akhir ini.

“BPBD sudah tau pemetaannya yang biasa menjadi langganan banjir. Jadi BPBD terutama Tim Reaksi Cepat (TRC) harus waspada 24 jam,” ucap Jajat saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis, 16 September 2021.

Jajat menambahkan, debit air yang ada di bendungan Pamarayan harus selalu dipantau.”Karena disana ada level debit airnya, sekian meter siaga dan sekian meter waspada, sehingga akan terpantau,” ungkapnya.

Kewaspadaannya harus ditingkatkan lagi. Selain itu, tambah Jajat, semua peralatan pendukung terkait bencana banjir harus disiapkan dari sekarang, seperti tenda, perahu karet dan lain sebagainya.

“Jangan sampai ketika terjadi banjir, perlengkapannya belum siap. Kejadian kemarin dibeberapa titik itu sinyal BPBD harus siap, terutama alat penunjang, harus dicek. kalau peralatannya kekurangan atau rusak harus dicari solusi, apakah minjam ke pemprov atau lainnya,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKS ini juga mendorong agar OPD yang memiliki kewenangan terkait pemeliharaan sungai dan waduk Pamarayaan agar melakukan pengerukan dan dilakukan secara rutin.

“Kalau terjadi pendangkalan sungai, maka kapasitas air akan berkurang karena endapan lumpur. Ini yang mengakibatkan luapan sungai, sehingga kami dorong agar dilakukan pengerukan,” ujarnya.(Hendra/zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed