Menu

Mode Gelap
Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

BANTEN · 5 Jan 2022 06:39 WIB ·

Gubernur Banten Resmi Cabut Laporan ke Polda Banten Terhadap Buruh


 Gubernur Banten Resmi Cabut Laporan ke Polda Banten Terhadap Buruh Perbesar

SERANG (OneBanten) — Kuasa hukum Gubernur Banten Asep Abdullah Busro mendatangi Mapolda Banten untuk mencabut laporan polisi pada Rabu, 5 Januari 2022.

Diketahui, laporan polisi tersebut terkait pelaporan terhadap buruh yang menerobos ruang kerja Gubernur Banten pada Rabu, 22 Desember 2021 lalu.

Kedatangan Kuasa Hukum Gubernur Banten tersebut diterima oleh Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Ade Rahmat Idnal dan Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga.

Asep Abdullah Busro menerangkan jika Gubernur Banten suda mencabut laporan terhadap Buruh yang masuk ke ruang kerja Gubernur.

“Sudah kita ketahui bersama kemarin dari pihak gubernur dengan pihak buruh sudah terjadi perdamaian, sudah ditandatangani kesepakatan perdamaian,” ucapnya.

Hal tersebut, sambungnya, diawali dari itikad baik para buruh yang datang berkunjung menyampaikan permintaan maaf secara tertulis dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada gubernur dan menyampaikan bahwa mereka juga tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

“Atas dasar itikad baik dan ketulusan rekan-rekan dari buruh maka bapak Gubernur juga merespon secara positif hal tersebut dan memberikan maaf selanjutnya dilakukan penandatanganan kesepakatan perdamaian dan bapak Gubernur juga beritikad baik untuk menghentikan proses hukum ini,” katanya.

“Sehingga kehadiran kami selaku kuasa hukum dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan perdamaian dan hal yang diharapkan oleh bapak Gubernur agar proses hukum terhadap 7 orang rekan-rekan buruh ini bisa dihentikan dan melalui mekanisme restorative justice,” tambahnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Banten KBP Ade Rahmat Idnal mengatkan jika akan segera memproses pencabutan laporan ini.

“Kami akan segera memproses berdasarkan peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2021 tentang penyelesaian perkara melalui jalur restorative justice. Kami akan segera melalukan gelar perkara kemudian kami proses untuk dihentikan kasusnya dan akan kita tembuskan kepada keluarga masing-masing tersangka,” ujar Ade Rahmat.

Selanjutnya Sekjen KSPSI sekaligus kuasa hukum buruh Hermanto Ahmad berterimakasih kepada Gubernur Banten dan mengapresiasi Polda Banten.

“Kami berharap hari ini bisa selesai dan tuntas semuanya. Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten dan Kapolda Banten karena telah mencarikan jalan keluar supaya ini tidak berlanjut sampai ke peradilan,” ucapnya.(Hendra)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rano Alfath Minta Kejaksaan Periksa Aliran Dana CSR di Banten

18 July 2022 - 11:30 WIB

Rano Alfath Minta Kejaksaan Periksa Aliran Dana CSR di Banten

Presiden Didesak GMPN Segera Evaluasi Penjabat Gubernur Banten

6 June 2022 - 04:14 WIB

DPRD Kritisi Rekomendasi Mendagri Soal Pengangkatan Pj Sekda Banten

3 June 2022 - 10:01 WIB

Jelang POPDA, PKL di Stadion Maulana Yusuf Ditertibkan

31 May 2022 - 13:35 WIB

Pejabat LH Kabupaten Serang Hingga Camat Petir Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan SPA Sampah

30 May 2022 - 05:43 WIB

Pejabat LH Kabupaten Serang Hingga Camat Petir Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan SPA Sampah

Penjabat Sekda Banten Dilantik Pj Gubernur, Begini Kata Pengamat

24 May 2022 - 11:56 WIB

Trending di BANTEN