by

Ada 24 Tenaga Kesehatan di Rangkasbitung Tak Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19

KABUPATEN LEBAK (OneBanten) – Sebanyak 24 tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Rangkasbitung belum bisa ikut vaksinasi Covid-19 Sinovac. Hal ini dikarenakan ratusan nakes tersebut masuk dalam 16 kriteria yang tidak bisa menerima vaksin Sinovac.

“Sebanyak 24 orang tidak bisa mendapat vaksin atau ada juga yang ditunda dulu. Beberapa faktor mereka tidak divaksin karena ada yang sudah pernah terkonfirmasi, hamil dan menyusui, dan memiliki komorbid (Penyakit penyerta),” kata Kepala Puskesmas Rangkasbitung drg. Ika Sari Mustikawati, Senin, 25 Januari 2021.

Selain 24 nakes yang memang sudah lebih dulu dinyatakan tidak bisa mendapatkan vaksin pada hari ini, terpantau pula sejumlah nakes yang harus ditunda penyuntikan vaksinnya karena saat skrining kesehatan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Ya, ada beberapa pegawai tadi yang harus ditunda dulu karena hasil skriningnya dan pemeriksaan tidak bisa dilakukan,” ujar Ika.

Nakes yang telah mendapat vaksin kemudian diarahkan ke meja selanjutnya yakni meja observasi. Selama 30 menit mereka akan dipantau kondisinya untuk melihat ada atau tidaknya gejala pasca pemberian vaksin.

Dari data yang dihimpun, ada 74 pegawai di puskesmas tersebut untuk melakukan vaksinasi, namun hanya 50 orang dengan dibagi menjadi beberapa tahap.

Untuk diketahui, sebelum vaksin disuntikan, nakes calon penerima harus terlebih dahulu menjalani beberapa tahapan. Di meja pertama, calon penerima vaksin melakukan verifikasi pendaftaran identitas sesuai dengan nomor induk kependudukan (NIK).

Kemudian di meja kedua yakni skrining kesehatan. Calon penerima diperiksa tekanan darah dan harus menjawab belasan pertanyaan untuk memastikan bahwa dirinya memang benar-benar memenuhi syarat menerima vaksin buatan China tersebut.(zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed