by

Meski Ditutup, Masyarakat Tetap Padati Alun-alun Kota Serang

SERANG (OneBanten) — Imbas dari masuknya Kota Serang ke zona merah penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membatasi aktivitas warganya. Seperti halnya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan, pembatasan orang yang hadir di tempat pernikahan dan di tempat ibadah.

Tak hanya itu, pegawai Pemkot Serang juga diberlakukan Work From Home (WFH), yang boleh ke kantor hanya 25 persen pegawai. Selain itu, Alun-alun Kota Serang juga ditutup. Akibatnya, masyarakat yang hendak olahraga di Minggu pagi membludak di luar alun-alun.

Terpantau, sekitar pukul 07.00 WIB sekitar Alun-alun Kota Serang sudah ramai oleh masyarakat yang hendak olahraga pagi. Bahkan baik motor atau mobil sudah penuh terparkir di sekitar jalan di alun-alun.

Farhan, salah seorang warga Kota Serang yang ditemui di lokasi mengaku kaget alun-alun ditutup, sekalipun memang mengetahui beberapa tempat ditutup karena Kota Serang memasuki zona merah sebaran Covid-19.

“Saya kira alun-alun tidak ditutup, iyah meskipun memang denger-denger beberapa tempat dibatasi,” katanya, Minggu, 31 Januari 2021.

Dia menilai, seharusnya alun-alun kalau di jam olahraga jangan ditutup, karena pasti masyarakat kalau di Minggu pagi pada kesini. Kalau ditutup nanti akan membludaknya di luar alun-alunnya.

“Lihat aja sekarang, masyakat yang ada di sini kaya biasanya aja ramai, kan jadinya lebih padet. Coba kalau alun-alun dibuka untuk olehraga pagi pastikan terurai, karena olah raga penting juga buat ningkatin imun,” ungkapnya.

Sementara itu, Haidar warga lainnya berharap agar kebijakan pembatasan tenpat-tempat umum agar dapat diatur lebih bijak lagi sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

“Saya berharap kalau ada kebijakan jangan sampai menimbulkan masalah barulah,” harapnya.(zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed