by

WHO Sebut Pandemi COVID-19 Masih Jauh Dari Selesai

JENEWA (OneBanten) — Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai, lantaran laju pandemi virus corona masih terus tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Melansir dari Antara, WHO mencatat bahwa telah terdapat peningkatan sebesar 9 persen dalam jumlah kasus pekan lalu, peningkatan dalam pekan ketujuh berturut-turut, dan peningkatan sebesar 5 persen dalam kematian.

“Jika anda melihat kurva epidemi dan laju pandemi saat ini, itu terus berkembang dengan cepat,” Kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, pada Senin (12/4/2021).

Menurut Tedros, kebingungan dan rasa puas diri dalam menangani virus corona, berarti pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai. Saat ini, unit perawatan intensif di berbagai negara begitu penuh dan orang-orang meninggal dunia.

“Transmisi didorong oleh kebingungan, kepuasan diri dan inkonsistensi dalam kebijakan kesehatan publik. Namun kita memiliki banyak alasan untuk optimis,” ujar Tedros.

Dia menyebut, penurunan kasus dan kematian selama dua bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa virus corona ini, dan varian-variannya dapat dihentikan.

Tedros melanjutkan, bahwa di sejumlah negara, meski transmisi terus berjalan, restoran dan kelab malam tetap penuh, dan pasar-pasar buka, dan dipenuhi orang.

“Sejumlah orang tampak meyakini bahwa jika mereka relatif muda, maka tak jadi masalah jika mereka tertular COVID-19,” imbuh dia.

Dia mengungkapkan, sejauh ini sekitar 780 juta vaksin telah diberikan secara global, tetapi langkah-langkah termasuk memakai masker dan menjaga jarak fisik harus diterapkan untuk membalikkan keadaan.

“Kami juga ingin melihat kegiatan masyarakat dan ekonomi-ekonomi kembali dibuka, dan perjalanan dan perdagangan kembali dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Tim WHO untuk COVID-19, Maria van Kerkhove mengatakan, saat ini India telah menyusul Brazil dan menjadi negara dengan angka infeksi virus corona kedua tertinggi di dunia usai Amerika Serikat.

Hal itu terjadi, imbuh dia, seiring dengan upaya melawan virus corona gelombang kedua yang begitu besar, setelah memberikan sekitar 105 juta dosis vaksin di antara populasi sebesar 1,4 miliar.

“Kita berada di poin yang kritis dalam pandemi sekarang, laju pandemi COVID-19 ini bertumbuh untuk pekan ketujuh berturut-turut,” kata Maria van Kerkhove. (Jack)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed