Menu

Mode Gelap
Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

HUKRIM · 13 Sep 2021 06:59 WIB ·

Dukun Pengganda Uang di Tangerang Tewas Dibekap Pasiennya


 Dukun Pengganda Uang di Tangerang Tewas Dibekap Pasiennya Perbesar

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) – Patoni alias Abah Toni (62) seorang dukun yang mengaku bisa menggadakan uang dan mempunyai ilmu kanuragan, tewas usai dibunuh tiga orang pasiennya setelah kesal uang yang pernah disetorkan tak kunjung digandakan.

Korban ditemukan tewas di rumahnya yang beralamat di Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang pada Jumat, 16 Juli 2021 lalu.

Dua dari tiga pelaku yang dapat diamankan adalah W (35) warga Sukadiri, Kabupaten Tangerang dan TYP (50) warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang nekad membunuh sang dukun lantaran saat ditagih uang yang pernah disetorkan kepada korban tak kunjung digandakan sesuai janji korban pada ayah pelaku.

“Dua pelaku sudah kita amankan, satu orang laki masih dalam pengejaran,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada wartawan, Senin, 13 September 2021.

Wahyu menjelaskan, para pelaku ini masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng panjang yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Korban dibekap dengan bantal lalu kaki korban diikat dengan selimut dan tali, hingga korban lemas dan meninggal dunia,” tuturnya.

Setelah melakukan otopsi terhadap korban, Polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan dua dari tiga pelaku di wilayah Kali Deres, Jakarta Barat.

“Kami sempat melakukan pencarian hingga ke Jogjakarta tapi para pelaku sudah pindah dari Jogja. Tidak berselang lama kami mendapat laporan bahwa para pelaku sudah kembali ke Jakarta, lalu kamu langsung melakukan pengangkapan di wilayah Jakarta Barat,” ungkap Wahyu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP atau 365 KUHP dengan ancaman hukuman hukuman mati.(Ramzy)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

9 August 2022 - 06:12 WIB

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta

28 July 2022 - 07:20 WIB

Biadab! Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun

18 July 2022 - 11:47 WIB

Biadab! Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun

Jadi Buronan Korupsi, Eks Kades Bonisari Dicekal ke Luar Negeri

13 July 2022 - 12:36 WIB

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pencurian Kabel Optik di Panongan

7 July 2022 - 05:53 WIB

Peras Warga, Polisi Gadungan Ditangkap di Tigaraksa

30 June 2022 - 08:03 WIB

Peras Warga, Polisi Gadungan Ditangkap di Tigaraksa
Trending di HUKRIM