by

Tambah 11 Kasus, Kabupaten Tangerang Tertinggi Tingkat Gangguan Kamtibmas

SERANG (OneBanten) – Kabupaten Tangerang merupakan daerah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tertinggi dibandingkan daerah lain di wilayah Provinsi Banten.

Hal itu berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dari data yang bersumber dari Biroops Polda Banten, gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten Minggu ke-4, Senin, 27 September 2021.

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Amiludin Roemtaat menjelaskan bahwa, kejadian tindak kejahatan tertinggi terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang yaitu 23 kasus.

“Untuk wilayah hukum Polresta Tangerang Polda Banten, terjadi peningkatan kejahatan sebanyak 11 kasus, dari sebelumnya 12 kasus menjadi 23 kasus,” kata Amiludin.

Lanjutnya, Selain Polresta Tangerang, peningkatan gangguan kamtibmas juga terjadi di Polres Cilegon sebanyak 10 kasus, dan Polres Lebak 1 kasus.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menambahkan, selain Polres jajaran diatas, gangguan kamtibmas Polres lainnya mengalami penurunan tindak kejahatan.

“Untuk wilayah hukum Polres Serang Kota mengalami penurunan gangguan kamtibmas dari 4 kasus menjadi 3 kasus. Dan Polres Pandeglang turun 3 kasus, dari 4 kasus menjadi 1 kasus,” jelasnya.

Dari data gangguan kamtibmas, tren kejahatan tetap didominasi oleh curat (pencurian dengan pemberatan) kemudian narkotika dan penganiayaan.

Shinto menyatakan dengan adanya peningkatan tingkat kejahatan ini, diharapkan masyarakat harus lebih waspada di lingkungan sekitarnya.

“Lakukan pengamanan mandiri atau swakarsa dengan mengaktifkan Pos Kamling di lingkungannya, untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan. Dimana kita ketahui, kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Dengan adanya siskamling merupakan salah satu upaya menghilangkan kesempatan bagi pelaku kejahatan,” ungkap jelasnya.(Rls/zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed