by

Kakek di Solear Perkosa Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) — Seorang anak di bawah umur sebut saja Bunga diketahui hamil lima bulan setelah menjadi korban atas tindakan bejat kakek tua MS (69) warga Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Sebanyak tiga kali Bunga yang masih berusia 14 tahun menjadi korban pemuas napsu MS, seorang kakek tua yang berprofesi sebagai petani. Kabarnya, kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu terjadi sejak Agustus 2020 lalu, dan terungkap pada 18 Januari 2021.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Tangerang AKP Agus Ahmad, kasus ini terungkap berawal ketika ibu korban curiga melihat perut Bunga yang berbeda dari biasanya. Kata dia, diketahui perut Bunga terlihat membesar saat tidur dalam posisi terlentang di rumahnya.

“Merasa ada yang tidak beres, sang ibu bersama kakak korban kemudian mendesak Bunga untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya, Selasa, 26 Januari 2021.

Agus melanjutkan, saat diinterogasi Bunga mengaku perutnya membuncit lantaran tengah mengandung lima bulan anak MS. Sontak saja, kata Agus pengakuan Melati membuat sang ibu marah dan melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang.

“Pelaku sudah kami tahan sejak tanggal 19 Januri 2021. Pelaku kita titipkan di Polsek Kresek Polresta Tangerang,” jelasnya.

Kepada petugas, dikatakan Agus MS mengaku melancarkan aksi bejatnya itu di sebuah perkebunan. Lanjut Agus, untuk melancarkan aksinya, pelaku mengancam korban dengan menggunakan sebuah pacul agar korban bersedia disetubuhi.

Tak hanya itu, kata Agus, sebanyak tiga kali MS berhasil menikmati tubuh mungil Bunga, usia melampiaskan napsu birahinya, MS juga kerap memberi Bunga uang sebesar Rp5.000 sampai Rp20.000.

“Pelaku merupakan tetangga korban. Dimana pelaku merupakan korban,” ungkapnya.

Agus pun mengungkapkan, motif pelaku melakukan perbuatan cabul tersebut dikarenakan sang istri sudah tidak bisa memenuhi hasrat seksual selama 6 tahun lantaran mengidap sebuah penyakit.

“Sudah 6 tahun nafsu seksual pelaku tidak terpenuhi. Jadi setiap melihat Bunga napsu ingin menggagahinya muncul,” tandasnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan dengan melayangkan surat kepada DP3A Kabupaten Tangerang untuk memberikan trauma healing bagi korban.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Kabupaten Tangerang Cucu Heri belum memberikan keterangan. Walaupun wartawan sudah mengunjungi kantornya dan menghubungi melalui aplikasi WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya itu, kini MS terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi.(zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed