Menu

Mode Gelap
Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

Berita · 18 Jul 2022 11:47 WIB ·

Biadab! Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun


 Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) – Polresta Tangerang menangkap EW (45) yang memperkosa anak kandungnya sendiri yang masih berumur 16 tahun. Ternyata perbuatan bejat pelaku sudah berlangsung selama 4 tahun sejak 2018 silam.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma menjelaskan, aksi pelaku tersebut sudah dilakukan pelaku saat anaknya masih berumur 12 tahun.

“Saat mendapatkan laporan, tim langsung mendatangi lokasi dan menangkap tersangka di rumahnya di kawasan Balaraja,” kata Romdhon Senin, 18 Juli 2022.

Dikatakan Romdhon, tersangka melakukan perbuatan bejatnya di rumahnya. Kepada petugas, tersangka mengaku terangsang dengan korban dan saat hanya berdua di rumah, ketika keduanya menonton televisi, tersangka menarik paksa korban ke kamar.

“Di dalam kamar itulah, tersangka melakukan perbuatannya kepada korban yang tak lain adalah anak kandungnya,” ucapnya.

Usai melampiaskan nafsunya, tersangka pergi begitu saja. Sedangkan korban, beberapa hari kemudian baru menceritakan kejadian nahas yang dialami kepada ibunya. Ibu korban pun langsung mendatangi Polsek Balaraja untuk membuat laporan polisi pada Jumat, 15 Juli 2022.

“Setelah mendapatkan laporan, esok harinya atau Sabtu, 16 Juli 2022 tersangka langsung kami tangkap,” ujar Romdhon.

Kepada petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Atas tindakan yang dilakukannya, tersangka dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara dan bisa saja dikenai pidana tambahan mengingat tersangka adalah orang dekat korban, orang tua korban yang semestinya memberikan perlindungan,” tutur Romdhon.

Romdhon juga mengungkapkan jika petugas juga melakukan trauma healing kepada korban.

“Tidak hanya melakukan upaya penegakan hukum, Polresta Tangerang juga memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada korban,” tutupnya.(Ramzy)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

9 August 2022 - 06:12 WIB

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

Semarak 17 Agustus, FKP Dasana Indah Gelar Turnamen Mobile Legend Tingkat Kelurahan

9 August 2022 - 04:58 WIB

Semarak 17 Agustus, FKP Dasana Indah Gelar Turnamen Mobile Legend Tingkat Kelurahan

Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia

8 August 2022 - 04:54 WIB

Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta

28 July 2022 - 07:20 WIB

Jadi Buronan Korupsi, Eks Kades Bonisari Dicekal ke Luar Negeri

13 July 2022 - 12:36 WIB

Miris, Anak Yatim Piatu di Tigaraksa Terancam Putus Sekolah

10 July 2022 - 11:35 WIB

Trending di Berita