Menu

Mode Gelap
Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

HUKRIM · 5 Feb 2021 07:22 WIB ·

Polisi Bongkar Perdagangan Obat Daftar G Ilegal di Cikupa


 Barang bukti yang disita petugas kepolisian. Perbesar

Barang bukti yang disita petugas kepolisian.

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) – Jajaran Polsek Cikupa membongkar penjualan obat daftar G jenis excimer dan tramadol secara ilegal, Rabu, Rabu, 3 Februari 2021. Modus operandi yang dipakai adalah berpura-pura sebagai toko kosmetik.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menerangkan, toko berkedok berjualan kosmetik itu berada di Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Terungkapnya kasus itu, kata Wahyu, berkat adanya informasi dari masyarakat.

“Kami mengamankan tersangka seorang pria berinisial KMR berusia 24 tahun selaku penjual obat jenis excimer dan tramadol secara ilegal,” kata Wahyu, Kamis, 4 Februari 2021.

Wahyu menambahkan, saat dilakukan penangkapan, di sebuah ruko yang dikontrak tersangka, ditemukan 19 tablet obat keras daftar G jenis tramadol dan 166 butir pil excimer. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp. 407.000 yang diduga uang hasil penjualan.

Kata Wahyu, awalnya warga merasa curiga karena di toko kosmetik itu kerap didatangi sejumlah remaja yang kebanyakan pria. Merasa ada yang janggal, warga kemudian melaporkannya ke polisi.

Setelah melakukan pendalaman, polisi kemudian meyakini bahwa toko itu bukanlah menjual kosmetik melainkan menjual obat keras daftar G. Dikatakan Wahyu, kasus itu akan terus dikembangkan guna mengungkap sindikat atau jaringan penjual obat keras ilegal.

Wahyu juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas mencurigakan.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 atau 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama penjara 10 tahun,” tandasnya.(zie)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

9 August 2022 - 06:12 WIB

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta

28 July 2022 - 07:20 WIB

Biadab! Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun

18 July 2022 - 11:47 WIB

Biadab! Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun

Jadi Buronan Korupsi, Eks Kades Bonisari Dicekal ke Luar Negeri

13 July 2022 - 12:36 WIB

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pencurian Kabel Optik di Panongan

7 July 2022 - 05:53 WIB

Peras Warga, Polisi Gadungan Ditangkap di Tigaraksa

30 June 2022 - 08:03 WIB

Peras Warga, Polisi Gadungan Ditangkap di Tigaraksa
Trending di HUKRIM