by

Lonjakan COVID-19 di Asia Mengerikan, Olimpiade Tokyo Terancam Batal

NEW DELHI (OneBanten) — Asia mengalami lonjakan kasus COVID-19 mengerikan yang dapat mengancam lambatnya pemulihan kawasan itu dari pandemi, bahkan Olimpiade Tokyo, Jepang yang bakal digelar tahun ini pun terancam batal.

Melansir dari Antara, negara-negara di Asia seperti India dan Thailand melaporkan rekor kasus COVID-19, dan ketika gelombang baru infeksi ini diperparah dengan kekurangan tempat tidur rumah sakit dan vaksin.

India melaporkan 200.000 infeksi harian pada Kamis (15/4), dan untuk pertama kalinya pusat keuangan Mumbai ditutup, karena banyak rumah sakit kekurangan tempat tidur dan persediaan oksigen.

“Situasinya mengerikan. Kami adalah rumah sakit dengan 900 tempat tidur, tetapi ada sekitar 60 pasien yang menunggu, dan kami tidak memiliki tempat untuk mereka,” kata Avinash Gawande, pejabat di Sekolah Tinggi dan Rumah Sakit Medis Pemerintah di Nagpur, pusat dagang di Maharashtra, India, Kamis (15/4/2021).

Lonjakan infeksi COVID-19 itu merupakan rekor kenaikan harian ketujuh dalam delapan hari terakhir, dan membuat total kasus di India mencapai 14,1 juta selama pandemi, hanya kedua setelah Amerika Serikat.

Parahnya lagi, ratusan ribu peziarah memadati festival keagamaan di utara negara itu pada Rabu (14/4), dan memicu kekhawatiran akan lonjakan kasus COVID-19 di India.

Sementara negara Asia lainnya Filipina melaporkan, lonjakan kasus COVID-19 mengakibatkan banyak rumah sakit di wilayah Ibu Kota Manila penuh terisi. Kasus virus corona yang dikonfirmasi dalam 30 hari terakhir saja mencapai 266.489, menyumbang 30% dari total infeksi di negara itu.

Beberapa keluarga pasien COVID-19  menggunakan media sosial untuk berbagi penderitaan mereka dalam mencari rumah sakit. Beberapa diantaranya ke luar ibu kota untuk mencari fasilitas kesehatan.

Kemudian, Thailand negara Asia berikutnya melaporkan 1.543 kasus virus corona baru, peningkatan paling tajam sejak dimulainya pandemi dan rekor kenaikan keempat minggu ini, dan sebanyak 8.973 pasien masih dirawat.

Lonjakan kasus COVID tersebut telah meningkatkan tingkat hunian tempat tidur rumah sakit, karena semua kasus positif harus dirawat di bawah peraturan Thailand.

Lalu, Kamboja memberlakukan penguncian di ibu kotanya dan distrik satelit, ketika wabah yang dimulai pada akhir Februari membuat kasus melonjak hampir sepuluh kali lipat menjadi 4.874 dalam dua bulan.

Bangladesh juga memulai penguncian selama seminggu dengan pembatasan ketat, karena infeksi telah mencapai sekitar 7.000 kasus sehari dalam dua minggu terakhir dari di bawah 300 pada Februari.

 

Olimpiade Tokyo terancam batal

Pejabat senior partai berkuasa di Jepang mengatakan, jika krisis virus corona menjadi terlalu parah dapat membatalkan Olimpiade Tokyo tahun ini kurang dari 100 hari sebelum dimulainya pertandingan yang direncanakan.

“Jika tampaknya tidak mungkin untuk melakukannya lagi, maka kami harus berhenti, dengan tegas,” kata Toshihiro Nikai, sekretaris jenderal Partai Demokrat Liberal, Kamis (15/4/2021).

Jepang bergulat dengan meningkatnya infeksi COVID-19, dengan angka yang cenderung lebih tinggi di Tokyo setelah pemerintah mengakhiri keadaan darurat, dan Osaka mencapai rekor jumlah kasus.(Jack)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed