by

LPOM Temukan Tahu Berformalin dan Obat Terlarang di Pasar Kampung Melayu

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) — Loka Pengawasan Obat Makanan (LPOM) di Kabupaten Tangerang bersama lintas sektor yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol PP Kabupaten Tangerang berserta Puskesmas Teluknaga berkoordinasi dalam upaya mengawasi peredaran obat dan makanan di Kabupaten Tangerang, pada Rabu, 17 November 2021.

Kepala LPOM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, terdapat dua tim yang diturunkan dalam pengawasan ini. Tim pertama mengawasi peredaran pangan di Pasar Kampung Melayu Kecamatan Teluknaga. Kata Wydia, kegiatan dilakukan berupa pengambilan sampel pangan olahan, pemeriksaan sarana distribusi pangan dan pengujian pangan olahan menggunakan tes kit dengan parameter 4 bahan berbahaya.

“Ada 20 sampel yang kita ambil dan diuji menggunakan tes kit terhadap 4 bahan berbahaya (boraks, formalin, methanil Yellow, dan rhodamin B). Hasilnya satu sampel tahu kuning yang diduga mengandung formalin,” ujar Wydia kepada Awak Media.

Sedangkan Tim 2, disampaikan Wydia, mengawasi peredaran pangan di Pasar Kampung Melayu dan toko obat tak berizin yang menjual obat-obatan tertentu. Lanjut Wydia, dari hasil pemeriksaan terhadap 2 toko obat ditemukan 2 item obat-obatan terlarang (OOT) sebanyak 1.090 tablet, kosmetik TIE 3 item sebanyak 9 pcs, obat ED sebanyak 20 tablet. Adapun obat keras yang dijual tanpa kewenangan sebanyak 13 item dengan perkiraan nilai ekonomi sebesar Rp2,8juta.

“Mari selalu utamakan CEK KLIK sebelum membeli obat dan makanan agar terhindar dari resiko obat dan makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Salam sehat dan selalu terapkan prokes 6M di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed