Menu

Mode Gelap
Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

PERISTIWA · 12 Jan 2022 07:19 WIB ·

Janda Anak Dua di Ciledug Mengaku Disekap Rentenir


 Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

KOTA TANGERANG (OneBanten) — Malang Nasib yang dialami ibu rumah tangga yang berinisial S (35) warga Cipondoh, Kota Tangerang, karena tidak bisa membayar hutang dan disekap oleh rentenir berinisal F.

Kejadian malang penyekapan tersebut terjadi di rumah rentenir itu di Perum Ciledug Indah 2, Kelurahan Pedurenan Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang, pada Jumat, Januari 2022.

“Sudah laporan, awalnya ke Polsek tapi diarahkan ke Polres Metro Tangerang,” ujar S, Rabu, 12 Januari 2022.

S menduga penyekapan dan pengancaman yang dialaminya ini terkait dengan masalah ketidakmampuannya mengembalikan pinjaman yang terus berbunga.

“Awalnya saya minjam uang 1 juta dikasih waktu 10 hari dan mengembalikan uang senilai 1,3 juta. Terus saya ga bisa bayar pas jatuh tempo, kemudian 10 hari kedepan saya harus bayar 1,6 juta,” ungkapnya.

Saat itu, S sempat dijemput oleh seorang yang diduga menjadi suruhan F. Dia kemudian diajak ke rumah F untuk memberikan penjelasan.

“Pas dijemput itu saya diajak oleh A. Bilangnya mau ada pencairan dan saya turuti, ga taunya saya diajak ke rumah F dan disitulah saya tidak dibolehkan pulang,” jelasnya.

Selain dilakukan penyekapan, S  mengaku mendapat ancaman dan pelecehan. “Saya diancam mau dibunuh dan dimutilasi. Terus saya dikunciin di kamar, engga dikasih makan engga dikasih minum,” terangnya.

Penyekapan tersebut, lanjut dia, terjadi sejak Jumat 7 Januari 2022 tepatnya pukul 15:00 WIB. Dirinya baru bisa keluar dari rumah tersebut pada pukul 03.00 WIB esok harinya.

“Saya sudah ada itikad baik untuk membayarkan saya kasih Rp500.000 sama handphone saya seperti yang dia minta tapi tetap saja saya tidak boleh keluar, bahkan teman saya yang kemudian membawakan uang lagi 500 ribu juga tidak diterima,” ujarnya.

Dirinya mengeklaim saat kejadian tersebut berlangsung pihak Kepolisian sempat mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.

Saat itu pihak Kepolisian dari Polsek Ciledug sempat mendapat perlawanan alot dari keluarga F. Bahkan menurutnya ketegangan sempat berlangsung. “Setelah Kanit Reskrim datang akhirnya saya diperbolehkan keluar,” jelasnya.(Ramzy)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

9 August 2022 - 06:12 WIB

Polisi Tetapkan Satu Anak Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes di Jayati

Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia

8 August 2022 - 04:54 WIB

Tabung Gas Meledak Satu Rumah Kontrakan di Kampung Babakan Hancur

14 July 2022 - 15:24 WIB

Freestyle Motor Berujung Maut di Tangerang, 1 Meninggal, 1 Luka Berat

14 June 2022 - 04:50 WIB

Freestyle Motor Berujung Maut di Tangerang, 1 Meninggal, 1 Luka Berat

Tabrak Pembatas Jalan di Balaraja, Pengendara RX King Tewas

1 June 2022 - 03:39 WIB

Jasad Pria yang Ditemukan di Danau Gawir Legok Diduga Korban Pembunuhan

31 May 2022 - 13:04 WIB

Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembuangan Jasad di Danau Gawir
Trending di PERISTIWA