by

Tukang Bakso di Tigaraksa Keluhkan Harga Daging Naik

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) — Melejitnya harga daging sapi pada sejumlah pasar di Kabupaten Tangerang dikeluhkan pedagang bakso. Dalam kondisi seperti ini, pedagang bakso pun dilema, antara melanjutkan usaha dengan keuntungan yang minim atau malah gulung tikar.

Berdasarkan pantauan pada salah satu kedai bakso di Perum PWS Blok AJI E 35, Desa Margasari, kecamatan Tigaraksa. Terlihat raut wajah pedagang cukup murung, lantaran kedai bakso yang dikelolanya sepi dari pembeli.

Dewanti (51), salah satu pedagang bakso kepada awak media mengatakan, dirinya sangat dilema dengan kenaikan harga daging sapi yang saat ini tembus hingga Rp150 ribu per kilogram. Sebelumnya, kata dia, di Pasar Cikupa ia membeli daging sapi hanya seharga Rp115 ribu per kilogram, dan itu pun sudah ada kenaikan sebesar Rp5 ribu dari harga normal Rp110 ribu.

“Harga baksonya dinaikin, takut ga laku karena banyak saingan. Gak dinaikin pasti rugi, kalau diganti dagingnya pasti diprotes pembeli dan kalau ga jualan saya makan apa?,” ujarnya dengan nada lirih, Kamis, 21 Januari 2021.

Bakso yang dijual oleh Dewanti seharga Rp15 ribu per porsi. Menurutnya, harga bakso belum dinaikkan saja daya beli pembeli sudah berkurang akibat pandemi Covid-19 yang mem-PHK dan merumahkan banyak orang. Lanjut dia, apalagi harga bakso tersebut mengalami kenaikkan, sudah sangat sepi dari pengunjung. Dewanti menjelaskan, biasanya setiap membeli daging sapi sebanyak 10 kilogram untuk stok selama 4 hari.

“Kita beruntungnya kebantu dari jualan minuman disini. Itu pun kalau pembeli makan di tempat alias tidak dibungkus,” tandasnya.

Selain harga daging sapi yang tinggi, ia pun mengeluh dengan harga cabai cabai rawit merah yang tidak mengalami penurunan sejak Desember 2020 lalu. Kata dia, harganya berkisar Rp80 ribu per kilogram, bahkan pada pergantian tahun harganya tembus hingga Rp100 ribu per kilogram.

“Akhirnya sambal bakso saya buat dengan tambahan air, alias ga terlalu kental seperti biasanya. Karena, kalau pembeli ngambil sambalnya terlalu banyak ya udah jadi resiko kita sebagai pedagang,” tutupnya. (Zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed