Menu

Mode Gelap
Diduga Berkelahi, Santri Ponpes di Jayanti Meninggal Dunia Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua Tersangka Kasus Pupuk Kembalikan Uang Negara Rp110 Juta FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

TANGERANG RAYA · 24 May 2022 12:36 WIB ·

Sekda Tekankan Hewan Ternak yang Masuk Kabupaten Tangerang Harus Miliki Surat Sehat


 Sekda Tekankan Hewan Ternak yang Masuk Kabupaten Tangerang Harus Miliki Surat Sehat Perbesar

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid, menekankan bahwa hewan ternak yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang harus bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut diungkapkan Sekda saat memimpin rapat koordinasi pembentukan satuan tugas pengendalian dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Ruang Rapat Wareng Gedung Bupati Tangerang.

“Hewan ternak yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan”, ungkapnya, Selasa, 24 Mei 2022.

Ia menjelaskan, bahwa rapat tersebut juga bertujuan untuk merumuskan dan memonitoring peredaran hewan ternak seperti kambing, domba, sapi dan babi yang terjangkit PMK menjelang Idul Adha 1443 H.

Menurut dia, hal ini perlu dilakukan sebagai antisipasi dan pencegahan meluasnya peredaran PMK pada hewan ternak yang sudah menjadi wabah di beberapa wilayah Indonesia.

“Monitoring nanti akan menyasar ke lapak hewan kurban, kandang ternak, hingga distribusi ternak dari daerah lain. Apakah hewan ternaknya sehat atau tidak, kita periksa kesehatannya,” jelasnya.

Pemkab Tangerang akan melakukan monitoring dan memperketat hewan ternak yang datang ke Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan dalam rangka mencegah dan mengendalikan peredaran hewan ternak yang terjangkiti PMK.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang Asep Jatnika menambahkan sampai saat ini suspek hewan yang terjangkiti PMK sudah ada, namun perlu waktu untuk memastikannya karena harus dibuktikan lagi dengan hasil laboratorium sehingga akurat hasilnya.

Lanjut dia, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkoordinasi dengan instansi terkait akan terus melakukan pengecekan kesehatan hewan di Kabupaten Tangerang.

“Kita sudah mengecek beberapa hewan di setiap kandang atau lapak hewan, saat ini belum terlihat hasil labnya PMK atau bukan,” ungkapnya.

Menurut Asep, ada 8 titik pengawasan atau pos pantau lalu lintas pengiriman hewan di Kabupaten Tangerang. Pos pantau itu antara lain di perbatasan Serang-Tangerang Kecamatan Jayanti, pos pantau perbatasan Lebak-Tangerang di Taman Adiyasa Kecamatan Solear, pos pantau perbatasan Bogor-Tangerang Kecamatan Legok, pos pantau Bogor-Tangerang di Suradita Kecamatan Cisauk, pos pantau Bojong Renged untuk perbatasan Kota-Kabupaten Tangerang, pos pantau di Jalan Raya Prancis untuk perbatasan Jakarta-Tangerang, pos pantau Karawaci Kepala Dua untuk perbatasan Kota-Kabupaten dan pos pantau Bitung Kecamatan Curug untuk Kota- Kabupaten.(Rls)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jelang HUT RI Ke 77, Kelurahan Kelapa Dua Gelar Lomba Kebersihan Lingkungan Antar RW

13 August 2022 - 04:21 WIB

PWI Kabupaten Tangerang Peduli ‘Berbagi Untuk Negeri’

11 August 2022 - 03:59 WIB

Berikan Pengetahuan Tupoksi Wartawan, PWI Kabupaten Tangerang Gelar Literasi Media

9 August 2022 - 04:17 WIB

Perkuat Komitmen, DPRD Teken Pakta Integritas dengan Kejari Kabupaten Tangerang

4 August 2022 - 13:59 WIB

Ratusan Anak Ikuti BIAN di Kelurahan Kelapa Dua

3 August 2022 - 06:17 WIB

FOPKIA dan PWI Kabupaten Tangerang Teken MoU

28 July 2022 - 06:55 WIB

Trending di TANGERANG RAYA