by

Dua Rumah Lansia di Cisoka Amblas

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) — Sedikitnya dua rumah milik lansia mengalami kerusakan berat akibat longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Bencana longsor diketahui akibat luapan air sungai Cidurian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin membenarkan adanya dua rumah rusak di Cisoka akibat peristiwa longsor yang terjadi beberapa hari yang lalu. Kosrudin menuturkan, peristiwa longsor itu terjadi diakibatkan karena air sungai Cidurian yang meluap.

“Efek longsor itu dua rumah yang dihuni oleh kakek nenek yang rusak,” ujarnya Senin, 1 Februari 2021.

Kosrudin menjelaskan, dua rumah tersebut berada di dekat bantaran sungai. Sehingga, kata dia, bangunan tempat tinggal itu turut terimbas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua rumah tersebut milik seorang nenek bernama Juju (74) dan seorang pria bernama Sukatma (64). Kosrudin menuturkan, sungai Cidurian bisa meluap juga dikarenakan intensitas hujan yang tinggi.

“Ada faktor karena hujan lebat sungai itu meluap hingga akhirnya tanah di situ longsor,” tandasnya.

Salah satu korban Juju menuturkan, peristiwa longsor itu terjadi selepas dirinya salat magrib. Ia beranjak keluar dari kamarnya yang berada di belakang itu untuk mengepel di ruang depan. Lanjutnya, saat itu kondisi juga hujan lebat sejak sore hari dan ruangan depan bocor. Baru saja memegang alat pel, terdengar suara keras seperti benda besar jatuh.

“Saya kaget, teriak dan istighfar menengok ke belakang sudah roboh. Kemudian gagang pel saya jatuhkan dan lari ke depan,” ungkapnya.

Juju mengaku, dirinya bersama empat cucunya berlari menyelamatkan diri. Ironisnya, kata dia, salah satu dari cucunya itu terkena jatuhan genteng mengenai bagian kaki.

“Cucu saya kakinya kena genteng dan sempat berdarah-darah, tapi alhamdulilah enggak kena kepalanya,” pungkasnya.

Ia pun masih khawatir dengan adanya longsor susulan, namun ia tetap memilih bertahan karena tidak punya tempat tinggal lain.

“Khawatir saya roboh lagi bagian ruang tamu. Saya sekarang tidurnya di ruang tamu. Kalau mau mengungsi bingung mau kemana,” paparnya.

Dia berharap pemerintah setempat bisa membenahi rumahnya agar kokoh. Selain itu, kata dia, sungai Cidurian diharapkan bisa diberikan tanggul untuk menahan air. (Zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed