by

TPU Buniayu Siap Tampung Jenazah Covid-19 se-Jabodetabek

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) — Jenazah korban Covid-19 di TPU Buniayu, Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang terus bertambah. Terhitung sejak awal Januari 2020 hingga hari ini Selasa, 2 Februari 2021, sudah ada 126 jenazah yang telah dimakamkan. Kendati demikian, luas lahan yang dimiliki TPU Buniayu ini dikabarkan dapat menampung jenazah korban Covid-19 se-Jabodetabek.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang , Iwan Firmansyah mengatakan, sejak Maret 2020 hingga Selasa, 2 Februari 2021, jenazah korban Covid-19 yang telah dimakamkan sebanyak 386 dan di tahun 2021 ini, pihaknya telah memakamkan sebanyak 126 jenazah. Ia menjelaskan, TPU Buniayu merupakan satu-satunya TPU yang menampung pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Iwan menuturkan,

“Dalam sehari paling sedikit jenazah Covid-19 yang dimakamkan sebanyak dua jenazah. Bahkan, pernah pada Januari 2021, bisa sampai 10 jenazah yang dimakamkan,” ujarnya, Selasa, 2 Februari 2021.

Iwan mengungkapkan, luas lahan pemakaman yang direncanakan di TPU Buniayu mencapai 70,2 hektare, namun baru 50 hektare yang sudah berhasil dikuasai. Kata Iwan, dari 50 hektare diantaranya 30 hektar sudah siap dipakai dan 20 hektare lagi masih perlu dilakukan pematangan lahan seperti perataan, pengurugan dan sebagainya.

“Tapi 30 hektare juga sudah sangat cukup untuk pemakaman umum jenazah warga Kabupaten Tangerang. Bahkan kalaupun ada kesepakatan antara pemerintah daerah Kabupaten Tangerang dan daerah lain se-Jabodetabek kita tentu siap menampung,” jelasnya.

Dikatakan Iwan, dari 30 hektare lahan yang sudah tersedia, lahan yang baru terpakai sekitar 7-8 hektare. Ia pun bersyukur lantaran masyarakat setempat tidak menolak seperti yang terjadi di daerah lain. Itu pun atas dasar peran Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Kabupaten Tangerang serta tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang yang masif dalam melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang keberadaan jenazah Covid-19.

“Bagaimanapun jika orang yang terpapar Covid-19 meninggal, maka virusnya juga akan ikut mati,” tandasnya.

Berkenaan dengan petugas gali kubur, kata Iwan, hingga saat ini petugas masih sanggup bekerja. Petugas dalam satu hari menggali sebanyak 2-4 lubang kubur, adapun total petugas gali kubur dan pemakaman ada 8 orang dan setiap hari mereka bekerja secara bergantian.

“Untuk saat petugas penggali makam terpantau sehat dan belum ada kabar mereka terserah Covid-19. Kita juga sering memberikan vitamin dan makanan bergizi kepada mereka,” ungkapnya.

Iwan bilang, agar pemakaman tidak terlalu banyak, pihaknya pun meminta kepada masyarakat agar selalu memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, penularan yang paling banyak terjadi yakni pada kluster perkantoran, pasar dan tempat makan. (Zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed