by

Warga Tigaraksa Ancam Demo Polresta Tangerang

KABUPATEN TANGERANG (OneBanten) — Keluarga korban penganiayaan beserta warga Kampung Pabuaran, RT 01/02, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Polresta Tangerang. Alasannya, lebih dari satu bulan laporan polisi bernomor : TBL/1455/K/XII/2020/Resta Tangerang yang dilayangkan oleh pihak keluarga korban hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

Kepada awak media, salah satu keluarga korban Syahdan menuturkan, hingga saat ini pria berinisial BY yang menganiaya adiknya NA itu masih berkeliaran dan belum ada informasi kepastian rencana penangkapan. Bahkan, kata Syahdan, BY pun sering melayangkan pesan bernada ancaman kepada korban dan keluarga korban, sehingga rasa kekhawatiran kerap menghantui mereka.

“Iya betul BY masih belum ditangkap. Ga ada info apa-apa bang dari polres dan menghilang gitu aja. Warga berencana mau demo ke polres bang,” ujar Syahdan, Rabu, 3 Februari 2021.

Syahdan menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan polisi yang tak kunjung menangkap BY, padahal alamat dan identitas BY sudah diketahui. Pihaknya pun telah menyampaikan kepada penyidik ketika BY sedang berada di rumah, hanya saja tanggapan dari penyidik meminta dirinya untuk bersabar.

“BY ngancam dengan bilang ke adik saya bakal hancurin keluarga saya. Setelah kejadian, BY menantang supaya keluarga lapor polisi. Kalau sudah lapor BY bakal datengin polisinya,” ungkap Syahdan.

Syahdan menjelaskan kronologi penganiayaan yang menimpa adiknya itu, berawal saat sang adik NA memutuskan hubungan percintaan dengan sang pacar BY sekitar satu minggu sebelum peristiwa penganiayaan yang berlangsung pada Rabu, 30 Desember 2020 sekitar pukul 19.00 WIB. Lanjut Syahdan, hubungan mereka telah berlangsung selama dua tahun, alasan NA memutuskan BY ditenggarai atas sikap BY yang tempramen dan sering melukai fisik sang pacar.

“Setelah diputus, BY menghubungi NA agar bisa bertemu di sebuah minimarket daerah Tapos. Tujuannya untuk mengembalikan semua barang yang pernah diberi semasa pacaran,” ungkapnya.

Saat keduanya bertemu, lanjut Syahdan, BY mengalihkan pertemuan ke sebuah rumah kosong dekat dengan lapangan yang berada di Desa Munjul, Kecamatan Solear. Setelah sampai di lokasi, tubuh NA langsung ditarik oleh BY dan dipukuli dengan tangan kosong hingga bagian wajah, mata sebelah kiri, dan mulut NA mengalami luka memar.

Tak hanya itu, terdapat juga bekas cekikan di bagian leher, bahkan hasil City Scan diketahui tulang rahang korban tergeser sedikit ke arah belakang.

“Adik saya dipukuli hingga tak sadarkan diri dan akhirnya ditinggal. Terus pelan-pelan sadar, adik saya lari dan meminta tolong ke warga. Akhirnya bisa pulang ke rumah dengan selamat,” ungkapnya.

Di hari yang sama, selang waktu 4 jam usai kejadian berlangsung pihak keluarga melaporkan BY kepada Unit PPA, Satreskrim Polresta Tangerang. Adapun barang bukti yang disampaikan berupa hasil visum dan seorang saksi berinisial RY. Kata Syahdan, sebulan telah berlalu, namun BY masih berkeliaran bebas.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, atas kejadian ini pihaknya akan berupaya menindaklanjuti laporan warga tersebut.

“Kita akan sikapi secepatnya, saya langsung tembuskan ke Satreskrim,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada warga dan keluarga korban agar bisa menenangkan diri dan tidak melakukan hal yang diinginkan seiring menunggu hasil yang saat ini tengah diproses oleh jajaran Polresta Tangerang.

Hingga saat ini, Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Ivan Adhitiara belum memberikan keterangan ikhwal kejadian ini. Beberapa kali awak media mencoba menghubungi dan mengirim pesan melalui WhatsApp namun tidak mendapat respons. (Zie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed